Sabtu, 18 Mei 2013

tipuan si babi


Cetakkk…. cetuk……. suara kibod saya tonjok, udah sering saya nulis blog cerita se-harian, sekarang saatnya saya nulis blog cerita tahunan.. “terserah km monyonggg”

Kalian pernah ngerasain ngetik terus kelaparan nggak ? kalian pernah ngetik terus pengen pup nggak ? iya bentar, ke w.c dulu saya. Esekkk… esekkkk… plung.. bunyi didalam kolon asenden yang mau keluar di dengerin melalui setetoskop.

saya sebenarnya nulis blog ini bukan pengen terkenal koq Cuma pengen kaya ajaaa…. Maka dari itu saya nulis blog ini sambil jagain LiLin di samping lepi biar nggak padam . . . 
kalian tau nggak berapa kecepatan modem saya waktu donlod ? kalian tau nggak keuntungan jagain Si LiLin sambil ngetik blog ? nggak tw ya ?  . . . “ BODOH AMAT NYET

ternyata jagain lilin sambil donlod itu nggak ada efeknya, sialan saya dibo’ongin artikel si babi kepet. ‘awas loe, gue sumpahin malam ini nggak dapat jatah’

20 kb/s lumayan lelet, 19 kb/s masih lumayan lelet, 0.4 kb/s masih lumayan sabar leleeettttnnnnyyyaaaaa…. akhirnya saya brosing di googel dengan clue ‘tips dan trik donlod dengan kecepatan 160km/jam’ jreng… jreng…  tebak apa hayoo yang muncul dilayar ?? sebuah kalimat yang 
sangat jelas bertuliskan unable to connect to the internet  ahhhhhhH… pulsa sayaa habbisss.


Nb : bagi yang mau saya utangi pulsa mohon hub. Di nomor saya 081kalikalikali5x  .
Terima kasih 

Jumat, 10 Mei 2013

Tisu ajaib


Rabu, 10 april 2013. Hari ini ada uts.

Hari ini saya bangun dengan semangat, meskipun hari ini bukan hari 17 agustus. ku mulai hari ini dengan seperti biasa.. yaitu mandi dengan sabun cair jonson milik keponakan  yang berumur 2 tahun lebih itu. Seperti biasa berangkat kuliah tanpa seusap nasi karena nggak sempat masak, tapi tenang aja nggak lemes kq,, karena hari ini saya lagi semangat atau bahasa kerennya on fire atau bahasa medisnya adalah kebakaran.

Setelah sampe di kampus ternyata saya nggak terlambat dan membuka laptop untuk belajar kuliah ISD. kemarin sebelum kuliah ini diujikan dosen memberikan kisi – kisi untuk dipelajari di rumah / kontrakan. Berhubung di kontrakan sangat sibuk karena di ajak temen  untuk bertanding bola, tepatnya tanding bola d pees,, jadi nggak sempet mempelajari yang ada di kisi – kisi tersebut. Saya mulai belajar di kelas tepat di bawah lemari es alias ace, saya mulai baca satu per satu di slide sambil merasakan dinginnya udara di kelas dan ditambah perut yang tadi pagi belum sarapan dan cacing tingkat satu sampe tingkat tiga yang mulai demo di dalam perut… ‘sadis’.

Pada waktu itu saya hanya bisa belajar, kulihat ada tisu sekotak di depan kursi, yang pemiliknya adalah april.. ‘nama tidak disamarkan’ dan tak kusangka ternyata saya mempunyai pikiran jaman purba dulu, yaitu menulis jawaban di tisu,, bukan batu. Akhirnya tisu-pun sudah terpenuhi dengan jawaban – jawaban spektakular tersebut, tapi beberapa menit kemudian di sebelah kanan saya terdapat sosok bayangan putih,, ooww…. ternyata pikiran positif saya. Dia mulai sok menasehatiku mulai yang ini mulai yang itu, akhirnya saya menuruti pikiran positif saya bukan karena nasehatnya tapi karena sosoknya yang cerewet dan menyebalkan itu.

Dosen penjaga mulai datang dan duduk di depan seperti biasa.. lembar soal dan lembar jawaban mulai berdatangan di meja bertanda ujian sudah di mulai. Setelah berdoa saya mulai membaca soal nomor satu sampe terakhir,, ternyata ingat yang apa aku pelajari di slide tersebut… Alhamdulillah. Tetapi ada satu nomor yang belum jelas akhirnya tengok kanan  – tengok kiri mirip kebo di sawah. Nasib tisu tadi masih berada di saku sebelah kanan saya, akhirnya saya khilaf dan mengeluarkan tisu tersebut. Ku mulai membaca goresan yang ada di tisu tersebut dengan hati – hati sambil mulut komat - kamit dan ngopas (copy-paste) apa yang ada di tisu tersebut, tapi tenang kawan hanya satu nomor kq nggak semuanya. Setelah berhasil copas temen saya yang di belakang akhirnya meminta hasil karya saya… ‘tisu’. Setelah semua pertanyaan sudah terjawab dan beberapa menit berkecipung di kelas,  akhirnya saya menyudahi ujian hari ini.

Beberapa menit kemudian temen yang duduk di belakang tadi-pun keluar, oke kita anggap misi berhasil. Akhirnya kita masuk kelas lagi dan memulai ujian kedua. Sebelum ujian kedua dimulai saya tak sengaja mendengar rumor ada ngerpek.an yang ditemukan dosen penjaga. Dak…  dik..  duk... bunyi jantung perut saya berdetak.. saya lupa belum makan. tiba – tiba dafi bilang ke saya.. ‘don, tisu-mu tadi nempel di soalku..’ ,sahutku.. ‘terus, dimana sekarang tisuku daf ?’ dia balas dengan santai ‘sudah terkumpul, mungkin sekarang sudah dibaca bu tiiiiiitttt….. ‘sensor’’ saya terpaku dan terdiam. Akhirnya saya kelaparan cz belum makan, tapi bukan itu masalahnya,, tisu saya kepergok aku yang nulis, tapi dafi yang pegang,, akhirnya timbul dilemma terus saya nyanyi dilemma lagunya ungu,,, ya enggaklah kampret.

Akhirnya saya berniat untuk mengumpulkan niat untuk mengakui perbuatan tersebut tapi  nggak sendirian saya nyeret dafi, rencananya setelah ujian kedua ini berakhir kita langsung meluncur kekediaman dosen.  Beberapa menit kemudian ujian kedua di mulai tapi yang ini saya tidak menggunakan cara ajaib tadi, masih ingat-kan tulisan di atas tadi.
Selang sebelum waktu ujian selesai saya sudah mengumpulkan lembar jawaban dan seperti biasa temen saya ‘dafi’ masih tertinggal. Saya menunggu dia di luar kelas untuk melakukan perbuatan terpuji yang sudah di niatkan tadi, akhirnya dafi keluar dan kami-pun berjalan menuju tempat dosen tadi,, di tengah perjalanan saya dan dafi mulai mempernyiapkan alasan – alasan yang ajaib agar tidak terlalu panjang pada waktu di interogasi. Akhirnya kami sudah sampe di tempat dosen dan kami mengeluarkan jurus – jurus yang sudah disiapkan tadi, akhirnya kami kalah, kami-pun menyerah sambil mengangkat kedua tangan dan kami mendapatkan kata – kata bijak. saya percepat ceritanya ya…

Untung wawancara tersebut hanya dalam hitungan menit, bayangkan kalo hitungan jam mungkin saya sudah pingsan di tempat… cz belum makan, akhirnya hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berarti yaitu percaya diri. Gini kawan, kalo kita belajar malamnya atau pagi sebelum ujian kita harus percaya diri apa yang kita pelajari itu agar tidak menggunakan cara yang saya lakuin tadi “tisu ajaib”. Dan saya sadar bahwa membuat ngerpek.an itu tidak nyaman buat diri – sendiri dan orang lain, membuat ngerpekan itu sangat memalukan apalagi kepergok,, saya nggak akan ngulangi perbuatan tersebut dan lain kali mungkin saya buat kayak temen – temen aja yaitu dari ‘kertas’.
By : dhona
- Sekian selangkong -